Bumi telah mencapai puncak peradabannya—begitu katanya. Segalanya kini serba otomatis, presisi, dan steril. Tidak ada...
Dea Anugrah, dalam esainya yang berjudul Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya,...
Patah tumbuh, yang hilang berganti. Bagi Ananda Badudu (Nanda), Banda Neira adalah segalanya. Kalau Pram...
Satu hal yang saya benci dari Fabriek Bloc adalah jarak. Fabriek berlokasi di utara Kota...
“Siapakah penindas? Mereka yang sedikit jumlahnya. Siapakah yang tertindas? Mereka yang banyak jumlahnya.” Tidak terhitung banyaknya penulis Amerika yang memiliki sisi radikal dalam pandangan politik mereka, dari Harriet Beecher Stowe hingga John Steinbeck, tetapi hanya sedikit yang lebih radikal daripada Mark Twain (1835-1910). Twain lahir dengan nama ‘Samuel Langhorne Clemens’. . .
Perubahan Perekonomian Lokal Sejak 1908 (Sambungan bagian I) Kini kita sampai pada pembahasan yang lebih konkrit mengenai perekonomian lokal dalam periode setelah penerapan pajak uang pada 1908.[1] Jika kita menelaah agregat data perekonomian masyarakat pribumi di distrik-distrik yang termasuk dalam Perbatasan Selatan, maka wilayah tersebut tampaknya tidak jauh berbeda dengan. . .
Dalam makalah ini dikemukakan bahwa alasan tumbuhnya Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1920an tidak dipahami secara memadai dalam literatur-literatur terdahulu. Mengingat fakta bahwa dukungan paling militan terhadap PKI terjadi di daerah-daerah seperti Banten (Jawa Barat) dan Sumatera Barat, di mana proletariat belum berkembang dengan baik, sebagian besar analis mengaitkan keberhasilan. . .
Pada abad kedua puluh satu, Bagindo Fahmi menjalani kehidupan yang cukup tenang di sebuah rumah semen di belakang Taman Budaya (Taman Budaya – kompleks seni pertunjukan lokal) di Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Ia menyaksikan cucu-cucunya memasuki sekolah menengah atas, dan menyambut beberapa orang yang mampir, baik untuk mengobrol atau menggunakan. . .
Hari ini (19-9-2021, ketika tulisan ini dimuat di Jacobin) menandai satu abad kelahiran filosof asal Brazil, Paulo Freire, yang dikenal sebagai seorang sosialis yang sepanjang hidupnya telah mengabdikan dirinya sebagai pedagog marxist. Gagasannya telah ia tulis dalam buku berjudul Pedagogy of the Oppressed atau Pendidikan Kaum Tertindas. Freire juga menjadi. . .
Tidak banyak buku yang bercerita lengkap tentang implementasi sebuah program. Tidak banyak penulis yang menuliskan...
Dua buku dari Talang Mamak, saya sebut demikian, karena buku ini bukan saja “tentang” suku...
Membicarakan Pekanbaru, kita seakan diajak memulainya dari hilir, bukan dari hulu di mana sungai sejarah...
Buku Tuanku Nan Renceh (1780-1832) karya Irwan Setiawan adalah salah satu buku cacat sejarah, dari...
Satu lagi buku tentang sejarah yang enak dibaca lahir. Itulah pikiran yang terlintas saat pertama...
“…… aku akan menempuhnya dengan rasa bangga karena aku telah mengungkapkan kebenaran. Dan kebenaran itu...
Buku ini adalah buku yang asik buat dibaca. Dalam suatu obrolan, Fatris MF, penulis catatan...
“… Cintailah saudara laki-lakimu itu, hanya ia yang akan menjagamu, bukan suamimu kelak yang akan...
“Apo padok ang kini lai?” tanyo Datuak Cubadak Kantang ka kamanakannyo nan alah tigo hari puta-puta ndak bakajalehan di...